Musik Campur Sari,
sebagai salah satu jenis kesenian tradisional masyarakat Jawa, hasil perpaduan
antara Seni Gamelan/Karawitan (Etnik) dengan Seni Musik Keroncong (Modern),
kini keberadaannya makin diminati masyarakat, kalau selama ini kedua jenis musik
tersebut, mayoritas penggemarnya adalah golongan tua, namun kehadiran
musik Campur Sari justru banyak digemari kaum muda, hal tersebut menunjukkan
kehadiran musik Campur Sari, mampu menggairahkan kembali seni musik tradisional
Nusantara.
Adalah sosok seorang
Narto Jolowok.Berawal dari kecintaannya dengan seni musik maka beliau
mendirikan Group Music Campur Sari pada bulan Juli tahun 2000 yang dinamakan SINTEN
REMEN.
Delapan album yang
diluncurkan sejak tahun 2000 hingga kini mampu menembus pasaran musik nusantara,
dan juga mampu menembus Negara Suriname, Belanda serta Swiss, dengan beberapa
lagu unggulan, seperti lagu Juragan Tempe, Mbah Marijan, Candi Sewu dan Kadal
Buntung, belum lagi beberapa lagu daerah yang dibuat untuk mempromosikan
potensi daerah, seperti lagu Klaten Bersinar, Malang Kuceh Wasak, Ngawi Ramah,
Pacitan serta lagu Prambanan, karya-karya Narto Jolowok tersebut, mampu
menggugah masyarakat Indonesia, untuk tetap mencintai budayanya sendiri.
( Narto Jolowok )
sipp sipp sipp mantep.. koyo soto ayam pake kecap.. sedaaaaappp...luk...
BalasHapusSuwun mas, maaf baru bisa reply, abis sing duwe blog iki sibuk terus, golek pangan mara no..hihihi
Hapus